Sabtu, 03 Maret 2012

Laporan Pendahuluan persalinan normal


PERSALINAN


Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri ) yang dapat hidup kedunia dari rahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain.
Bentuk persalinan berdasarkan definisi adalah sebagai berikut :
  1. Persalinan spontan
Bila persalinan seluruhnya berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri.
  1. Persalinan buatan
Bila proses persalinan dengan bantuan tenaga dari luar 
 
  1. Persalinan anjuran
Bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan.
            Beberapa istilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang dilahirkan sebagai berikut:
1.   Abortus
a.   Terhentinya dan dikeluarkannya hasil konsepsi sebelum mampu hidup diluar kandungan.
b.   Umur kehamilan sebelum 28 minggu.
c.   Berat janin kurang dari 1000 gram.
2.   Persalinan prematuritas.
a.   Persalinan sebelum umur hamil 28 minggu sampai 38 minggu.
b.   Berat janin kurang dari 2.499 gram
3.   Persalinan aterm
a.   Persalinan antara umur hamil 37 sampai 42 minggu.
b.   Berat janin diatas 2.500 gram.
4.   Persalinan serotinus.
a.   Persalinan melampaui umur kehamilan yaitu 42 minggu.
b.   Berat janin terdapat tanda postmaturitas.
5.   Persalinan presipitatus.
    1. Persalinan berlangsung cepat kurang dari 3 jam.

Istilah-istilah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan adalah:
Gravida                     :  wanita yang sedang hamil
Primigravida              :  wanita yang hamil untuk pertama kali.
Para                          :  wanita yang pernah melahirkan bayi aterm
Primipara                   :  wanita yang telah melahirkan bayi aterm sebanyak satu kali
Multi para            : wanita yang telah pernah melahirkan anak hidup beberapa kali, dimana persalinan tersebut tidak lebih dari lima kali.
Grandemultipara        :  wanita yang telah melahirkan janin aterm lebih dari lima kali.
       Pengalaman wanita berkaitan dengan kehamilan, abortus, persalinan prematur, dan persalinan aterm serta anak yang hidup dapat dituliskan sebagai GV.P 3012 yang artinya kehamilan kelima, hamil aterm sebanyak 3 kali, satu kali abortus, dan anak yang hidup sebanyak dua orang. Untuk memudahkan mengingat arti P3012 dijabarkan dengan “Apah”, dimana A: hamil aterm, P: persalinan prematur, A: abortus (keguguran), H: anak yang hidup.

Proses terjadinya persalinan

Bagaimana terjadinya persalinan belum diketahui dengan pasti, sehingga menimbulkan beberapa teori yang berkaitan dengan mulai terjadinya kekuatan his perlu diketahui bahwa ada dua hormon yang dominan saat hamil, yaitu:
1.            Estrogen
a.       Meningkatkan sensitivitas otot rahim.
b.  Memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitoksin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis.
2.            Progesteron.
a.       Menurunkan sensitivitas otot rahim.
b.  Menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitoksin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis.
c.       Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi.
Estrogen dan progesteron terdapat dalam keseimbangan sehingga kehamilan dapat dipertahankan. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron menyebabkan oksitoksin yang dikeluarkan oleh hipofise parst posterior dapat menimbulkan kontraksi dalam bentuk Braxton Hicks. Kontraksi Braxton Hicks akan menjadi kekuatan dominan saat mulainya persalinan, oleh karena itu makin tua hamil frekuensi kontraksi makin sering.
Oksitoksin diduga bekerja bersama atau melalui prostaglandin yang makin meningkat mulai dari umur kehamilan minggu ke-15. Disamping itu faktor gizi ibu hamil dan keregangan otot rahim dapat memberikan pengaruh penting untuk dimulainya kontraksi rahim.
Berdasarkan uraian tersebut dapat dikemukakan beberapa teori yang menyatakan kemungkinan proses persalinan:
1.      Teori keregangan
a.             Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu.
b.            Setelah melewati batas tersebut terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat mulai.
c.       Contohnya, pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu, sehingga menimbulkan proses persalinan.
2.      Teori penurunan progesteron
a.         Proses penuaan plasenta terjadi mulai umur 28 minggu, dimana terjadi penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu.
b.     Proses progesteron mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitive terhadap oksitoksin
c.        Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu.
3.      Teori Oksitoksin internal
a.             Oksitoksin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior.
b.         Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks
c.    Menurunnya konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitoksin dapat meningkatkan aktivitas, sehingga persalinan dapat dimulai.
4.      Teori prostaglandin
a.     Konsentrasi prostaglandin meningkat sejak umur hamil 15 minggu, yang dikeluarkan oleh desidua.
b.      Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.
c.              Prostaglandin dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.
5.      Teori hipotalamus-pituitari dan glandula suprarenalis.
a.             Teori ini menunjukkan pada kehamilan dengan anensefalus sering terjadi kelambatan persalinan karena tidak terbentuk hipotalamus. Teori ini dikemukakan oleh linggin 1973.
b.               Malpar pada tahun 1933 mengangkat otak kelinci percobaan, hasilnya kehamilan berlangsung lama.
c.     Pemberian kortikosteroid yang dapat menyebabkan maturitas janin, induksi (mulainya) persalinan.
d.        Dari percobaan tersebut disimpulkan ada hubungan antara hypothalamus pituitari dengan mulainya persalinan.
e.                    Glandula suprarenal merupakan pemicu terjadinya persalinan.
f.           Bagaimana terjadinya persalinan masih tetap belum dapat dipastikan, besar kemungkinan semua faktor bekerja sama sehingga pemicu persalinan menjadi multi faktor .
Berdasarkan teori yang dikemukakan, persalinan anjuran (induksi persalinan) dapat dilakukan dengan jalan :
1.      Memecahkan ketuban
a.                   Mengurangi keregangan otot rahim sehingga, kontraksi segera dapat dimulai.
b.                  Keregangan yang melampaui batas melemahkan kontraksi rahim, sehingga perlu diperkecil, agar his dapat dimulai.
2.      Induksi persalinan secara hormonal/kimiawi
a.                   Dengan oksitoksin drip.
b.                  Dengan prostaglandin.  
3.      Induksi persalinan dengan mekanis
a.                   Memakai laminaria stiff
4.      Persalinan dengan tindakan operasi
a.                   Operasi seksio sesarea.

Permulaan terjadi persalinan

 Dengan penurunan  hormon progesteron menjelang persalinan dapat terjadi kontraksi otot rahim menyebabkan:
Turunnya kepala, masuk pintu atas panggul, terutama pada primigravida minggu ke-36 dapat menimbulkan sesak dibagian bawah, diatas simfisis pubis dan sering ingin kencing atau susah kencing karena kandung kemih tertekan kepala.
Perut lebih melebar karena fundus uteri turun.
Terjadi perasaan sakit didaerah pinggang karena kontraksi ringan otot rahim dan tertekannya pleksus frankenhauser yang terletak sekitar serviks (tanda persalinan palsu-false labaur).
Terjadi pelunakan serviks karena tedapat kontraksi otot rahim.
Terjadi pengeluaran lendir, dimana lendir penutup serviks dilepaskan.
Tanda – tanda Permulaan Persalinan :
1.      Lightening / settling / dropping ( kepala bayi memasuki PAP ).
2.      Fundus uteri turun.
3.      Perasaan sering atau susah kencing.
4.      Perasaan sakit diperut dan pinggang
5.      Serviks menjadi lembek, mendatar dan sekresinya bertambah bercampur darah
Tanta – tanda Inpartu :
1.      Rasa sakit karena adanya his yang datang lebih sering, kuat dan teratur.
2.      Keluar lendir bercampur darah yang lebih banyak.
3.      Kadang ketuban pecah dengan sendirinya.
4.      Pada pemeriksaan dalam : Senviks mendatar dan m embuka.
Faktor yang berperan dalam Persalinan :
1.      Power:
  1. His (kontraksi otot rahim).
  2. Kontraksi otot dinding perut.
  3. Kontraksi diafragma pelvis atau kekuatan mengejan.
  4. Ketegangan dan kontraksi ligamentum retundum.
2.      Pasanger : janin dan plasenta
3.      Passage : jalan lahir lunak dan jalan lahir tulang
           

KALA PERSALINAN

1.      Kala I ( Kala Pembukaan )
      Dibagi dalam 2 fase :
1. Fase laten.
2. Fase aktif :
 · Periode akselerasi
 · Periode dilatasi maksimal
 · Periode deselarasi
2.   Kala II ( Pengeluaran Janin )
Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot dasar panggul yang secara reflektaris menimbulkan rasa mengedan,dengan his mengedan yang terpimpin akan lahirlah kepala diikuti oleh seluruh badan bayi.
3.   Kala III ( Pengeluaran Uri )
Setelah bayi lahir, beberapa saat kemudian timbul his pelepasan dan pengeluaran plasenta. Dalam waktu 5 – 1 menit plasenta terlepas, terdorong kedalam vagina dan lahir spontan atau dengan sedikit dorongan.
4.   Kala IV
Kala IV dimaksudkan untuk melakukan observasi karena perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama.
Observasi yang dilakukan :
1.      Tingkat kesadaran ibu
2.      Pemeriksaan TTV
3.      Kontraksi uterus
4.      Terjadinya perdarahan
            Perdarahan dianggap masih normal bila jumlahnya tidak melebihi 400 sampai 500 cc.

PENGKAJIAN DATA FOKUS
1.      Data Subyektif
·        Keluhan utama pasien
·        HPHT
·        Riwayat kesehatan yang lalu
2.      Data obyektif
·        Inspeksi
·        Palpasi
·        Pemeriksaan dalam
·        Pemeriksaan umum TTV auskultasi (DJJ)
·        Pengeluaran pervaginam
·        Kontraksi uterus

DIAGNOSA KEBIDANAN
G ..............P...............UK...................mgg A/T/H intrauteri dengan inpartu kala
INTERVENSI
No
Diagnosis/Masalah /Kebutuhan
Tujuan / kriteria hasil
Intervensi
Rasional
1
G...P....A/T/H intravterin dengan inpartu kala I
·      Tujuan kala I berjalam lancar sesuai waktu + 10-13 jam dan tidak ada komplikasi
·      Kriteria hasil
·      Adanya kemajuan persalinan
·      Fase laten
·      Fase aktif
·      K/u ibu baik
·      TD 110/70 – 130/90 mmHg
·      N : 74 – 84 x/mnt
·      RR : 16-24 x/mnt
·      S : 365-375 OC
·      Tidk terjadi dehidrasi
·      Djj Normal
·      Tidak terjadi fetal distress
·      Kontraksi sedang terjadi 2,5-8 menit berakhir 30 – 25 detik
·      Dilatasi servik 1,5 cm/jam multipara 1,2 cm/jam nulipara penurunan kepala janin 2 c, / jam multipara  1 cm/jam nulipara
·      Perdarahan dalam jumlah sedang
·      Ekspresi wajah rileks
·      Ibu mempu mendemonstrasikan teknik relaksasi
·      Ibu mampu menahan nyeri / tak mengedan sampai pembukaan lengkap
·         Kaji melalui isyarat verbal / non verbal tentang nyeri
·         Jelaskan pada klien tentang penyebab nyeri




·         Ciptakan lingkungan yang tenang


·         Bantu ibu melakukan relaksasi 
·         Anjurkan pada keluarga untuk mendampingi ibu dan memberi teknik kenyamanan menggosok punggung 
·         Anjurkan ibu untuk mobilisasi
·    Dengan membantu menentukan posisi yang tepat
·    Dengan mengetahui penyebab ayem sehingga dapat mengurangi kecemasan yang meningkat respon nyeri 
·    Dengan rangsangan eksternal yang tidak menenangkan tidak dapat meningkatkan ketidaknyamanan 
·    Mengurangi rasa grogi

·    Dengan kehadiran orang terdekat membantu menurunkan cemas karena nyeri



·    Dengan mobilisasi dapat mengurangi nyeri yang dialami ibu

Masalah cemas
·      Tujuan cemas berkurang
·      Kritria hasil
·      Ekspresi wajah rileks
·      Secara verbal ibu mengatakan cemas berkurang
·    Beri dukungan / support pada ibu



·    Orientasikan ibu dengan lingkungan beri informasi tentang perubahan psikologik, fisiologis pada persalinan sesuai kebutuhan
·    Kaji penyebab cemas



·    Libatkan orang terdekat untuk mendampingi ibu
·    Dengan memberi dukungan mengurangi kecemasan 
·    Informasi / pengetahuan dapat mengurangi kecemasan ibu




·    Dengan begitu dapat menentukan intervensi yang tepat 

·    Lehadiran orang terdekat akan membantu ibu merasa nyaman dan nyantai

Kebutuhan

·    Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri (personal hygiene)
·    Menganjurkan ibu untuk istirahat dan memenuhi kebutuhan nutrisi gizi yang cukup
·    Agar ibu merasa nyaman dan terhindar dari penyakit 
·    Agar ibu tetap sehat dan terpenuhi kebutuhan nutrii ibu dan janin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar